www.guru.edu.tf (WebMail)

kita punya webmail jugaalaaa mak jangg..!!! ruarrr biasaa..!! hehehhhe, akhirnyakita punya web mail juga..

apa itu webmail??

Webmail adalah klien email yang menggunakan halaman Web sebagai media untuk mengelola email di sisi klien. Sesuai dengan sifat AplikasiWeb, pemakai Webmail tidak perlu melakukan instalasi perangkat lunak dan cukup mengisi sangat sedikit konfigurasi. Dengan kemudahan akses halaman Web dari banyak tempat, Webmail menjadi lebih disukai lagi terutama bagi mereka yang sering berganti-ganti komputer untuk akses Internet. Penyedia jasa Webmail gratis pun cukup banyak tersedia karena mereka dapat menyediakan halaman Web yang akan sering dikunjungi pemakainya, dengan imbal balik berupa pemasukan dari iklan.

website kita udah memiliki web Mail, untuk mengaksesnya cukup ketik

http:/www.guru.edu.tf/mail

pada address bar web browser. yang perlu di inget buat yang suka ngemail Quota dibatasi CUMA 100 MB

nah lhoo.. udah pada bisa pake mail kan ?? masa guru ngak bisa pake mail? apa perlu di adakan training juga..? silakan send request buat permintaan pelatihan.

semoga bermanfaat..!!

Kategorisasi Jalur Pendidikan, Hanya untuk Pemetaan

Pengklasifikasian sekolah/madrasah ke dalam kategori standar dan mandiri lebih diarahkan untuk kepentingan pemetaan. Langkah ini sekaligus sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan penentuan prioritas pemerintah dalam mengalokasikan sumber daya yang dibutuhkan guna mencapai kualitas pendidikan sesuai standar nasional menjadi mandiri.

Demikian penjelasan resmi Departemen Pendidikan Nasional yang disampaikan oleh Suwarsih Madya selaku Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri dan Hubungan Masyarakat di Jakarta. Penjelasan tersebut merupakan tanggapan atas pemberitaan Kompas (25/5) bahwa kategorisasi jalur pendidikan jadi alat pemerintah untuk melepaskan tanggung jawab.

Berita tersebut bersumber dari pendapat Direktur Eksekutif Institute for Education Reform Utomo Dananjaya. Utomo menilai, kategorisasi formal standar dan formal mandiri tidak realistis untuk meningkatkan mutu pendidikan karena sekolah mandiri hanya menyangkut segelintir orang dan sekolah-sekolah istimewa.

Tak terkait pembiayaan

Suwarsih menegaskan tidak benar bahwa pemerintah melepas tanggung jawab dalam pembangunan pendidikan nasional. Substansi Pasal 11 Ayat (2 dan 3) PP No 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, yang menjadi dasar pengklasifikasian tersebut, disebutkan tidak terkait dengan pembiayaan pendidikan.

“Pemerintah membagi pendidikan dalam kategori mandiri dan standar bertujuan untuk mendorong satuan pendidikan yang hampir atau telah mencapai standar nasional agar lebih meningkatkan kualitas,” kata Suwarsih merujuk penjelasan Pasal 11 (Ayat 2 dan 3).

Apakah kemudian sekolah yang sudah mandiri tak lagi mendapatkan subsidi? Suwarsih menjawab, “Sekolah mandiri diberikan subsidi secara proporsional. Dengan demikian, dana yang tersedia bisa dialokasikan secara memadai ke sekolah standar.”

Di sisi lain, Suwarsih mengakui, agar bisa memberikan layanan pendidikan yang makin baik, sekolah mandiri dituntut kreativitasnya mencari dana. Orang yang berkelebihan didorong membiayai pendidikan. Hanya saja, beban orang miskin di sekolah bersangkutan jangan sampai makin berat.

“Di negara mana pun, untuk mendapatkan pelayanan publik di atas standar tidak mesti negara yang menanggung tambahan biayanya. Dalam konteks pendidikan, sekolah diberi kesempatan mencari sponsor, terlebih dalam era badan hukum pendidikan kelak,” paparnya.

Berdampak ke biaya

Unifah Rosyidi, dosen manajemen pendidikan Universitas Negeri Jakarta, berpendapat bahwa prinsip dan konsekuensi dari pengategorisasian jalur pendidikan tak akan bisa lepas dari pembiayaan, kendati itu dibungkus dengan istilah pemetaan. Tentang peluang sekolah mencari dana, Unifah mendesak pemerintah untuk mengonkretkan rambu-rambunya. Kenyataan menunjukkan, sekolah cenderung mencari dana dengan jalan pintas, yakni memungut biaya dari orangtua siswa secara pukul rata.

“Apa sekolah harus punya mal, toko, pabrik, atau sarana yang bisa dikomersialkan? Kalau ini tidak diperjelas, maka sekolah terkontaminasi kepentingan kapitalis. Anak orang miskin terpinggirkan secara psikologis,” paparnya.

Jika hal itu tak dipertegas, kata dia, maka sekolah tidak lagi sebagai perekat bangsa, tetapi menjadi perekat sosial kalangan tertentu.

—————————————————————————————–

nah lho.. sekarang ayoo liat sekolah kita.. kategori mana kah sekolah kita saat ini ??, kemaren (selasa, 10/04/07) jam 14:00 bertempat di Lantai 2 Dinas Prov. Sumatera Barat saya menghadiri pemaparan tentang Program Rintisan sekolah Mandiri, terdapat 24 sekolah yang dijadikan rintisan sekolah mandiri untuk Prov. Sumatera Barat, diKab Padang pariaman, yang menjadi Rintisan adalah SMA N 1 Lubuk Alung dan SMA N 1 Nan Sabaris.

dalam pemaparan tersebut banyak hal yang saya ketahui, yaa seperti diartikel diatas

lah.. ntar saya tambahin lagi deh.. mau ngajaar nich, bye

Bantuan dana utk KKG & MGMP

Saat akan berlangsung dengar pendapat dengan anggota Komisi X DPR RI di LPMP DKI Jakarta Senin 2 April 2007, saya mendapat informasi dari Ibu Sri. S, seorang Widya Iswara disana mengenai penyaluran dana bantuan langsung (Block Grant) REVITALISASI KKG & MGMP dari Dirjen Tendik th. 2007.

Peruntukan dana diantaranya; untuk pengembangan kurikulum/silabus dan bahan ajar, pengembangan metode dan media pembelajaran, pembuatan alat peraga, penelitian tindakan kelas, pengembangan profesi/karier, penulisan karya tulis ilmiah.

Sasaran untuk DKI Jakarta: 44 KKG SD, 24 KKG PENJAS SD, 30 KKG AGAMA SD, 36 MGMP SMP, 18 MGMP SMA, 25 MGMP SMK, dan 2 GUGUS SLB, dengan besaran block grant Rp. 20 juta untuk SMK, 15 juta SMA, lainnya sepuluh juta.

Mengenai syarat-syarat, mekanisme dan lainnya, untuk Jakarta silahkan hubungi Rahma; 08161668903, Dian; 0818929510, Dyah; 081380440210, daerah lain silahkan ke LPMP terdekat atau kontak Dirjen Tendik Depdiknas RI.

PROPOSAL DAN KELENGKAPANNYA HARUS MASUK SEBELUM 20 APRIL 2007, berminat??? … silahkan, selamat bersaing

disadur dari Blog nya mas Dedi Dwitagama http://dwitagama.blogspot.com/