Kiat Sukses Menjadi ‘Penemu’ Versi Asli Lagu ‘Indonesia Raya’ (di adopsi dari weblog mas priyadi.net)

Menggugat Pembohongan PUBLIK ala “PAKAR IT” Indonesia ini sengaja saya re-posting..!! agar teman teman juga mengetahui kebohongan tsb..!!, saya sagat terganggu dengan pernyataan asal asal an dan “SOK” berpengalaman ala Mas “R”. berikut Blog yang sangat cerdas mengungkap Kebohongan REKAN PAKAR Kita.. untuk menjadi renungan bagi kita akan KEPAKARAN nya..

=======================================
Posted under: Debunking, Fun, at 21:58

Langkah pertama yang harus dilakukan tentunya adalah mendapatkan bahan berita. Cara yang paling baik adalah dengan mendekati orang yang memiliki banyak berkas-berkas yang menarik. Telaahlah isi harddisk-nya dan salinlah sebanyak mungkin isinya. Dari sekian banyak isinya tentunya ada beberapa berkas yang dapat anda ‘orbitkan’. Dalam kasus ini anggaplah berkas yang menarik adalah video lagu ‘Indonesia Raya’ 3 stanza. Oh ya, lebih baik lagi jika orang yang dimaksud adalah anggota sebuah yayasan yang populer, hal ini akan berguna pada langkah-langkah berikutnya.

Saat ini anda sudah mendapatkan bahan, lalu bagaimana anda mengolah bahan ini for fun and profit?

Tentunya tujuan anda selanjutnya adalah mengundang wartawan untuk melakukan konferensi pers. Tetapi sebelum itu anda harus terlebih dahulu mengolah bahan yang anda miliki supaya layak untuk di-’konferensi pers’-kan.

Jika anda menyalin sebuah berkas video lagu Indonesia Raya versi asli dari harddisk orang lain dan kemudian langsung melakukan pengumuman, tentunya konferensi pers tidak akan begitu bermakna. Tentunya anda perlu melakukan lebih dari itu. Akan lebih meyakinkan jika sumber tersebut anda katakan berasal dari pita seluloid. Tapi jangan berhenti sampai di situ saja, katakan pula jika berkas tersebut anda peroleh dari Perpustakaan Universitas Leiden, Belanda. Dan terakhir, jangan lupakan yayasan tempat orang yang anda dekati bekerja. Anda bisa gunakan nama yayasan ini sebagai pendukung cerita anda, walaupun kita sama-sama tahu jika teman ini berhubungan dengan kapasitasnya sebagai pribadi dan bukan mengatasnamakan yayasan.

Sekarang skenario yang anda inginkan sudah lengkap: “Saya bersama tim dari Yayasan Air Putih menemukan pita seluloid video lagu Indonesia Raya versi asli dari perpustakaan Universitas Leiden, Belanda. Lirik versi asli ini terdiri dari tiga stanza, berbeda daripada versi Indonesia Raya yang biasa kita dengar.”

Jika skenario sudah selesai, anda bisa mulai mengundang wartawan untuk konferensi pers. Yang paling penting di sini adalah kesan, sedangkan fakta yang sesungguhnya tidaklah terlalu penting. Tidak perlu terlalu serius memikirkan fakta bahwa sebenarnya naskah tersebut sudah tercetak dalam buku-buku pelajaran SD sejak beberapa dasawarsa yang lalu, tertulis di monumen WR Supratman Surabaya, tercatat di Arsip Nasional dan juga di Wikipedia. Dan tentunya tidak perlu memikirkan bahwa sudah ada yang telah mengunggah video tersebut di Youtube sejak satu tahun yang lalu. Yang perlu anda ingat adalah bahwa andalah penemunya! Titik!

Jika semua berjalan sesuai rencana, tidak akan banyak orang yang tahu kenyataan sebenarnya, termasuk di antaranya sejarawan, keluarga dari W.R. Supratman dan bahkan wakil presiden, ketua MPR serta Menkominfo. 68% masyarakat tidak akan ingat apa yang mereka pelajari dulu di sekolah. Setelah anda sodori ‘penemuan’ ini tentunya mereka akan terpesona.

Memang sebagian besar masyarakat yang tidak ingat sejarah akan terpesona dengan kehebatan anda mencari arsip kuno di perpustakaan lama bagaikan Robert Langdon pada novel Da Vinci Code. Tetapi bagaimana cara anda menangani 32% (100%-68%=32%) masyarakat yang masih ingat sejarah lagu Indonesia Raya atau bahkan memiliki naskahnya?

Tidak perlu takut, orang-orang yang termasuk ke dalam kelompok 32% itu patut anda curigai memiliki kepentingan ekonomi tertentu dengan menyimpan naskah tersebut. Seharusnya kan orang-orang ini segera menyerahkannya ke negara. Bukan salah anda jika yang menjadi ‘penemu’ adalah anda, dan bukan mereka. Jika mereka menyangkal pernyataan anda, balaslah dengan mengatakan mereka sebagai pahlawan kesiangan. Jika mereka sudah tahu sejak dulu, mengapa baru dikatakan sekarang?

Masalah lain yang mungkin terjadi adalah jika yayasan teman anda tadi melakukan klarifikasi jika usaha ini bukanlah prakarsa yayasan dan tentunya bukan berasal dari pita seluloid di sebuah perpustakaan di Belanda. Bagaimana cara penanganannya jika hal ini terjadi?

Tidak menjadi masalah, toh masyarakat sudah terlanjur tahu bahwa anda adalah ketua yayasan tersebut. Jika ada orang yang membocorkan kejadian yang sebenarnya, buatlah pernyataan bahwa mereka bukanlah orang yang tepat untuk mengatasnamakan yayasan, atau dengan kata lain mereka hanyalah tukang kebun, walaupun pada kenyataannya yang berbicara sebenarnya adalah pimpinan tertinggi dari yayasan tersebut. Sekali lagi, kesan adalah segalanya, fakta tidaklah penting.

Semoga rencana ini berhasil dan masyarakat akan mengenang jasa anda sebagai ‘penemu’ lagu Indonesia Raya versi asli. Dan semoga semua ini tidak lantas menjadi sebuah lelucon konyol belaka.

Iklan

4 Replies to “Kiat Sukses Menjadi ‘Penemu’ Versi Asli Lagu ‘Indonesia Raya’ (di adopsi dari weblog mas priyadi.net)”

  1. waLah…
    hujatan … cacian
    berterbangan lagi
    sudah-sudahlah menghina seseorang yang telah bersalah
    gak ada untung yaaa
    lebih baik..
    berpikir positif dan buang jauh jauh pikiran negatif ..


    wasalam

  2. “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.
    Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui.
    Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku.
    Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
    Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.”

    Setelah TUHAN mengucapkan firman itu kepada Ayub, maka firman TUHAN kepada Elifas, orang Teman: “Murka-Ku menyala terhadap engkau dan terhadap kedua sahabatmu, karena kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.
    Oleh sebab itu, ambillah tujuh ekor lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan dan pergilah kepada hamba-Ku Ayub, lalu persembahkanlah semuanya itu sebagai korban bakaran untuk dirimu, dan baiklah hamba-Ku Ayub meminta doa untuk kamu, karena hanya permintaannyalah yang akan Kuterima, supaya Aku tidak melakukan aniaya terhadap kamu, sebab kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.”
    Maka pergilah Elifas, orang Teman, Bildad, orang Suah, dan Zofar, orang Naama, lalu mereka melakukan seperti apa yang difirmankan TUHAN kepada mereka. Dan TUHAN menerima permintaan Ayub.

    Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.
    Kemudian datanglah kepadanya semua saudaranya laki-laki dan perempuan dan semua kenalannya yang lama, dan makan bersama-sama dengan dia di rumahnya. Mereka menyatakan turut berdukacita dan menghibur dia oleh karena segala malapetaka yang telah ditimpakan TUHAN kepadanya, dan mereka masing-masing memberi dia uang satu kesita dan sebuah cincin emas.
    TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina.
    Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan;
    dan anak perempuan yang pertama diberinya nama Yemima, yang kedua Kezia dan yang ketiga Kerenhapukh.
    Di seluruh negeri tidak terdapat perempuan yang secantik anak-anak Ayub, dan mereka diberi ayahnya milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya laki-laki.
    Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat.
    Maka matilah Ayub, tua dan lanjut umur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s