Perubahan Ujian Nasional 2008 (re Posted)

Kabar yang benar-benar mengejutkan telah diklarifikasi oleh Badan Nasional Standarisasi Pendidikan (BNSP) melalui validasi standar kompetensi lulusan (SKL) UN tahun 2007 yang telah dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya, 24 Oktober 2007. Dengan narasumber : Dr. Bambang Suryadi (BSNP) dan Dra. Rahma Julaiha, MA (Puspendik Depdiknas RI). Melalui kegiatan ini telah banyak aspirasi dan pandangan tentang mendadaknya pelaksanaan UN 2008 yang akan dilalui murid-murid SD.

Murid-murid Sekolah Dasar mulai tahun pelajaran ini (2007/2008) akan menjalani Ujian Nasional secara serentak dengan mata pelajaran yang bakal diujikan yaitu Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Perubahan mata pelajaran Ujian Nasional juga terjadi pada jenjang SMA/MA, jika sebelumnya hanya tiga mata pelajaran, maka tahun pelajaran ini bertambah menjadi 6 matpel. Sementara untuk SMK/ SMALB tidak mengalami perubahan.
Pada tingkat SMP, dari tiga mata pelajaran ditambah menjadi 4 matpel, yakni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Pada rencana teknis pelaksanaan UN nantinya, setiap satu hari ujian siswa akan menghadapi dua mata pelajaran yang diujikan, hanya siswa SMP yang mendapat penambahan hari ujian menjadi empat hari yaitu satu hari untuk satu mata pelajaran yang diujikan.
Waktu Pelaksanaan UN 2008 dan Matpel setiap Jenjang
SD 13-15 Mei 2008 Bahasa Indonesia, Matematika, IPA
SMP/MTs/SMPLB 5-8 Mei 2008 Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, IPA
SMA/MA 22-24 April 2008 Jurusan IPA : Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, Fisika, Kimia, Biologi, Jurusan IPS : Bahasa Indonesia, Ekonomi, Bahasa Inggris, Geografi, Sosiologi, Jurusan Bahasa : Bahasa Indonesia, Bahasa Asing lainnya, Bahasa Inggris, Sastra Indonesia, Antropologi, MA : ditambah dengan Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadis, Tasawuf/ Ilmu Kalam
SMK dan SMALB 22-24 April 2008 Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris
SD 20-22 Mei
SMP/MTs/SMPLB 12-15 Mei 2008
SMA/SMK/SMALB 28-30 April 2008

Kriteria penilaian :
Menurut Dr. Bambang, standar nilai kelulusan untuk setiap jenjang mulai SMA, MA, SMK, SMP hingga SD semua sama, yaitu rata-rata minimal 5,25 dengan tidak ada nilai di bawah 4,25 (ini kriteria pertama). Khusus untuk siswa SMK nilai mata pelajaran kompetensi keahlian minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN SMK tersebut.

Apabila kriteria di atas tidak tercapai, maka ada kriteria kedua yang mensyaratkan : boleh terdapat nilai 4,00 hanya pada satu mata pelajaran yang di-UN-kan, dan lima mata pelajaran lainnya harus mencapai nilai sekurang-kurangnya 6,00 dan mencapai nilai rata-rata minimal 5,25.

Penambahan mata pelajaran yang diujikan pada tahun 2007/2008 ini karena selama ini BSNP mendapatkan masukan, bahwa ada ketidakseimbangan tingkat keseriusan antara mata pelajaran yang di-UN-kan dengan yang tidak di-UN-kan. Maka perlu adanya keseimbangan dengan penambahan matpel tersebut, sehingga diharapkan siswa juga menyeriusi mata pelajaran yang tadinya dipandang sebelah mata.
Apakah hal ini malah menambah beban pelajar dan membuat angka kelulusan menurun?
Jawabnya diplomatis, “Jika proses belajarnya baik dan siswa serius, maka tidak menjadi beban. Apalagi mata pelajaran tambahan ini tahun lalu diujikan juga dalam ujian sekolah. Yang menjadi beban, bila proses belajar mengajarnya tidak baik, prasarana kurang serta minat dan motivasi siswa unruk belajar kurang, meski mata pelajaran yang di-UN-kan sedikit tetap saja menjadi beban”.

Pelaksanaan UN tahun 2008 yang semula dianggarkan 500 M ternyata dipangkas oleh DPR menjadi 96 M, sehingga perlu dukungan pemerintah daerah untuk melaksanakan UN ini. Maka Pemda dituntut untuk berada di barisan depan dalam penyelenggaran UN di wilayahnya masing-masing karena sudah dimasukkan dalam pos APBD, untuk biaya pelaksanaan UN ini. Selain itu daerah juga memiliki kewenangan dalam menentukan kelulusan siswa, tidak hanya pusat. Sebab pihak terkait di daerah lebih mengetahui keadaan dan kemampuan siswa serta bahan yang harus diujikan kepada siswa tersebut. Karena Pemda juga mengeluarkan dana dalam menyelenggarakan UN 2007/2008 ini, otomatis ada keseriusan pemerintah daerah untuk mempersiapkan UN 2008 jauh lebih baik dari sebelumnya.

Pelaksanaan validasi SKL ini juga dilakukan di wilayah lain, yaitu di Padang untuk wilayah Sumatera dan salah satu daerah di Indonesia bagian timur selain di Palangka Raya untuk wilayah Kalimantan. Validasi SKL ini merupakan indikator atau ukuran materi soal yang akan digunakan dalam menyusun soal-soal UN.

Semoga ya semoga, harapan ini sesuai dengan keinginan masyarakat yang akuntabel dan transparan. Menjadi beban sudah jelas, tapi memberi beban yang berlebihan kepada generasi muda juga berbahaya Bapak-Bapak. Hanya cuma hanya, :melengos:

sumber : Kalteng Pos, 25 Oktober 2007 (http://www.kaltengpos.com)

Ada pembaharuan data, matematika pada jurusan Bahasa dan IPS tidak diikutkan sebagaimana berita sebelumnya. (revisi 8-11-2007)

Iklan

26 Replies to “Perubahan Ujian Nasional 2008 (re Posted)”

  1. indonesia2 mau ikutan negara lain ga bisa kita tuh orang2nya ga pinter ga bodoh

    klo ujian 6 pelajaran utk ipa gila

    klo udh bnk yg ga lulus apa indonesua ga malu

  2. Kenapa stiap tahun nilai standar kelulusan ditambah…
    4,25 aja sudah cukup berat…
    dan kenapa mata plajarannya juga ditambah…
    3 aja sudah pusinxxxxxxxxxxxxx………

  3. MENURUT GW PEMERINTAH ITU PLIN-PLAN DALAM MASALAH PENDIDIKAN. STANDAR NILAI TRUS NAIK TAPI GAK TERBUKTI KE EFEKTIFAN NYA . APALAGI BUAT KITA YANG MO UAN TAHUN INI ADA PENAMBAHAN MATA PELAJARAN YANG DI UJI KAN……..HMMMMMMMMMMMMM , SEHARUS NYA HARUS ADA SOSIALISASI TENTANG MASALAH INI! MENURUT GW INI KAYAK PENERAPAN PEMBAGIAN KOMPOR GAS GRATISSSSSS ………. KMAREN GAK PAKE SOSIALISASI ……… N AKHIR NYA GAGAL KAN? KAMI GAK MAU JD KLINCI PRCOBAAN ….. SANDAINYA INI GAGAL OTOMATIS AKAN ADA PERUBAHAN LAGI. BRARTI KITA JADI KORBAN DONG? CUKUP LAH ANGKATAN KAMI INI YANG JADI KORBAN KEGAGALAN KBK (KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI)

  4. masa’ adil,3 thn susah2 bljr cm ditentuin ma 3 hari.lagian fasilts n kmampun tiap2 skul kn g sma,apa sma kwalits skul kota ma skul di pedesaan??????????Lgian apa gunanya NEM klo pgen msk kul msh hrs SPMB ato PMDK??????????PEMERINTAH HARUSNYA JUGA MIKIR!!!!!!!!!!!!!!!!!!!klo emg pengen pendidikan indonesia maju,benahin dlu donk fasilitas msg2 skul,,,,,,,,n bwt biaya skulna jgn malah mencekik masy indonesia.CAMKAN BAIK2!!!!!!!!!!!!!!

  5. hMm,..

    kok tb” jd 6 ya?!!

    tp gak papa lah..

    buat temen” yang tahun ini mw UAN, ayo kita berjuang sama”.masi ada waktu 4 bulan kok,.

    pemerintahan buat kebijakan itu demi kebaekan kita, sama aja kaya orang tua ngelakuin yang terbaek buat anaknya!!

    semangat ya,.
    dapripada ngedumel mending BELAJAR . .

  6. Saya sangat senang dengan tambahan bidang studi/mata pelajaran yang di UN kan. Malah kalau perlu saya setuju apabila di Era yang akan datang Agama dan Kesenian perlu di UN kan untuk mengetahui standar nasionalnya. Jadi … jangan hanya IPTEK saja yang diukur secara nasional…

  7. jangka panjangnya tentu bermanfaat..
    setiap perubahan pasti ada pro kontra..
    kita hanya bisa berusaha.. dan mempersiap kan anak didik kita..
    masalah tentu akan ada..
    kita upaya kan meminimalisir nya..
    semoga menjadi lebih baik..

  8. kami sebagai murid sekolah menengah atas cukup kecewa dengan ketidak konsistenan pemerintah dalam mengambil keputusan,
    ingin mengejar standar internasional itu harus bertahap,
    ngacalah ke tahun kemarin,
    berapa persen yang tidak lulus dengan angka minimal kelusan sekian, apalagi sekarang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s