Road Show Pra-UN 2008

43 Hari Jelang UN 2008

Pra UN SMA/SMK/MA/Sederajat

Hari pertama pelaksanaan pra UN SMA di Kota Padang, Selasa (4/3/2008) berjalan dengan lancar. Tak ada ditemukan masalah yang berarti. Baik itu mengenai kekurangan soal ataupun ketidakhadiran siswa yang selama ini menjadi momok kekhawatiran bagi Dinas Pendidikan selaku penyelenggara UN di provinsi, kabupaten dan kota. Kondisi serupa juga didapati di daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Hancurnya beberapa bangunan SMA di Kecamatan Pagai Utara Selatan dan Sipora tidak mempengaruhi pelaksanaan hari pertama pra UN di sana.“Semua logistik Pra UN sudah didistribusikan tiga hari sebelum hari “H”. Termasuk penempatan sejumlah petugas Disdik Sumbar untuk mengawal pelaksanaan pra UN hingga Kamis (6/3/2008) mendatang di sana,” terang Kepala Disdik Sumbar, Burhasman Bur di sela-sela monitoring pra UN .
Hari pertama pelaksanaan pra UN SMA, Kadisdik Sumbar mengunjungi tiga SMA di Kota Padang. Yakni, SMA Pertiwi I, SMA 8 dan SMA 7. Ikut mendampingi Kadisdik, Kasubdin Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Amsir dan Kasi Tenaga Edukatif (Tentif) Afrizal Mukhtar. “Seperti yang kita lihat hari ini dalam monitoring, semua berjalan lancar. Semoga kondisi ini terus berlanjut hingga hari terakhir pelaksanaan pra UN,” ujar Burhasman.
Pantauan Padang Ekspres di lokasi tiga SMA yang sempat dimonitor langsung Kadisdik tersebut, hanya 1 orang siswa yang tidak hadir pra UN, yaitu di SMA Pertiwi I , Air Tawar Barat. Dua SMA lainnya, SMA 7 dan SMA 8, seluruh siswa hadir mengikuti hari pertama pra UN.
Satu orang siswa yang tidak hadir di SMA Pertiwi I, kata Kepsek Rahmaniar adalah siswa yang sudah sebulan belakangan ini tak pernah sekolah, juga tidak pernah memberi kabar.
Ditanya target kelulusan siswa 2008, Rahmaniar menargetkan lulus 100 persen. Sekadar diketahui, tahun lalu, 5 orang siswa SMA Pertiwi 1 tidak lulus UN. “Angka ini tidak muluk-muluk. Untuk mencapai target tersebut, kami telah mengupayakan untuk melaksanakan belajar tambahan serta try out bagi siswa kelas III,” tuturnya. Hal senada juga diutarakan Kepsek SMA 8 Drs Djanawir. “Kita bertekad, untuk meluluskan siswa 100 persen, tahun ini,” ulas Djawir sembari menyebutkan tahun lalu, 17 orang dari 306 siswanya tidak lulus.
Seperti diketahui, sebanyak 54.552 siswa SMA/MA dan SMK mengikuti Pra UN untuk tahun pelajaran 2007/2008. Rinciannya, SMA/MA sebanyak 40.836 orang dan SMK sebanyak 13.716 orang. Untuk SMA jurusan IPS, mata pelajaran yang diujikan yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ekonomi ditambah Matematika, Sosiologi dan Geografi. SMA jurusan bahasa, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika ditambah bahasa asing, sejarah dan sastra Indonesia. SMA jurusan IPA, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika ditambah Fisika, Kimia dan Biologi. Sedangkan untuk SMK, mata pelajaran UAN yang akan diujikan yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika ditambah mata pelajaran Kompetensi Keahlian Kejuruan.
Pra UN di Pasaman Barat
Pelaksanaan Pra Ujian Nasional (UN) yang dilaksanakan serentak kemarin di Pasaman Barat (Pasbar) berjalan dengan baik. Namun, dalam pelaksanaaan Pra UN juga mengalami kendala pada pemahaman siswa cara mengisi lembar jawaban komputer. Siswa yang salah mengisi lembar jawaban komputer dengan menggunakan ballpoint.
Seharusnya lembar jawaban diisi dengan menggunakan pensil.
Pantauan Padang Ekspres pada beberapa SLTA yang ada di Pasbar, pelaksanaan Pra UN pada umumnya berjalan dengan baik. “Pelaksanaan Pra UN baru dilaksanakan hari ini, jadi wajar saja ada siswa yang salah dalam menggunakan lembar jabawan komputer. Jika ada yang salah kami langsung menukar lembar jawaban tersebut dengan yang baru. Jadi tidak ada kendala yang berarti di dalam pelaksanaan Pra UN hari ini,” terang Kepala
Sekolah SMA Istiqamah Simpangempat Pasbar Zarfani diruang kerjanya, kemarin.
Pelaksanaan Pra UN di SMA Istiqamah diikuti 206 siswa dengan 11 lokal, menurut Zarfani berjalan dengan baik serta tidak ada gangguan mengenai soal dan lembar jawaban. Antusias siswa dalam menjawab soal-soal yang diberikan juga sangat tinggi karena sebelumnya siswa yang akan ikut UN diberikan tambahan belajar sore setiap hari. “Sejak Januari lalu, kami telah melakukan tambahan belajar sore bagi siswa dengan
memfokuskan pada mata pelajaran yang akan di UN kan. Saya berharap dengan
persiapan yang matang maka akan tercapai 100 persen tingkat kelulusan siswa
istiqamah,”ujar Zarfani.
Pra UN Di Kabupaten dan Kota Pariaman
Pra ujian nasional yang dilaksanakan secara serentak di Kabupaten Padangpariaman dan Kota Pariaman untuk hari pertama, Selasa (4/3/2008), berlangsung lancar. Meski ini belum ujian nasional yang sesungguhnya, membuat siswa yang mengikutinya nampak lebih serius menjawab soal-soal yang diujikan.
“Meski hanya pra ujian nasional, namun soal-soal yang diujikan tidak bisa diremehkan begitu. Karena ini sangat menentukan guna menghadapi ujian nasional yang akan dilaksanakan nantinya. Dari ujian yang saya lakukan tadi,ternyata soalnya rumit-rumit juga.Sehingga membuat pusing juga menjawab soal demi soal yang diujikan,” kata Siska salah seorang pelajar SMAN1 2 X Enam Lingkung.
Untuk menghadapi Pra UN ini, katanya, dia sudah mati-matian untuk belajar baik itu dilakukan melalui belajar tambahan di sekolah, maupun dilakukan bersama teman-teman dan belajar sendiri di rumah.Namun, hasilnya juga belum maksimal. “Yang jelas untuk menghadapi ujian nasional nantinya, saya akan belajar sungguh-sungguh. Sehingga target saya lulus bisa dicapai,” ungkapnya.
Target Propinsi Ditetapkan Sesudah Target Kabupaten/Kota
Terkait target perbaikan peringkat UN untuk tahun ini, Burhasman mengaku belum menargetkan. Hal ini dikarenakan masing-masing Disdik kabupaten/kota belum memiliki target yang terukur terhadap target perbaikan peringkat UAN. Namun demikian, Disdik Sumbar meyakinkan, peringkat UAN tahun ini harus lebih baik dari peringkat tahun lalu.
“Belum, kita masih menunggu target yang terukur dari masing-masing Disdik Kabupaten/Kota. Kita baru bisa menyusun target tersebut, kalau masing-masing Disdik telah memberikan target terukurnya,” terang Burhasman.
Gubernur Sumbar, kata Burhasman, juga tidak terlalu banyak menuntut target yang muluk-muluk dalam perbaikan peringkat UAN tersebut. Hal itu didasarkan rata-rata passing grade kelulusan yang naik dari 5,0 (tahun 2007) menjadi 5,25 (tahun 2008). Di samping itu, mata pelajaran UAN yang diujikan juga bertambah. “Namun begitu, bapak Gubernur selalu mewanti-wanti agar pihak sekolah betul-betul dapat menyiapkan persiapan UAN secara optimal,” ujar Burhasman.
Ditambahkan Burhasman, biarpun hasil Pra UN tidak akan mempengaruhi standar kelulusan siswa, namun hasil Pra UN sangat menentukan sebagai tolok ukur bagi kemampuan siswa untuk menghadapi UN yang sebenarnya. Untuk itu, Burhasman berharap kepada seluruh siswa agar dapat mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk menghadapi Pra UN.
“Untuk lebih mengasah kemampuan siswa biar lebih sukses dalam UN, Disdik Sumbar beserta tim pembuat soal (guru dan dosen) sengaja untuk membuat soal Pra UN lebih sulit dari soal UN. Pendeknya, biar siswa babak belur dalam Pra UN, namun sukses di UN, jelasnya. Tak hanya Pra UN, di setiap sekolah, tambah Burhasman juga dilaksanakan try out, post test dan remedial test untuk mengasah kemampuan siswa biar lebih sukses dalam UN. “Semua bentuk test tersebut, pendeknya berguna sebagai ajang pemanasan siswa untuk mengikuti UN,” demikian Burhasman.
Sumber: Harian Padang Ekspres.
Rabu, 5 Februari 2008

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s