Target Kelulusan UN Ditentukan Setelah Pra-UN Propinsi

Hawa Ujian Nasional (UN) 2008 sudah mulai dirasakan oleh pelajar seluruh tanah air termasuk yang berdomisil di kota Padang. Ujian yang konon ditakuti para siswa tersebut, bakal digelar 22 April mendatang, jika tidak ada perubahan jadwal lagi. Jelang memacu otak pada UN tersebut, pelajar kota Padang sudah mulai mempersiapkan diri sejak beberapa bulan lalu. Kendati UN tahun ini berat, dengan dilakukanya penambahan mata uji dari tiga mata uji matematika, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia menjadi 6 untuk SMA yang dibagi lagi perjurusan. IPA ditambah Fisika, Biologi dan Kimia. IPS ditambah Geografi, Sosiologi dan Ekonomi. Untuk SMP ditambah satu mata uji yaitu IPA, sedangkan SMK ditambah dengan ujian produktif setiap jurusannya.

Disamping penambahan mata uji, nilai standar kelulusan juga ikut naik menjadi 5,26 tahun sebelumnya 4,26. Tentu, kesulitan dan keberatan ini yang mesti diperangi siswa untuk bertekad lulus UN.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Drs. H. M. Nur Amin, M.Pd saat diwawancarai telah mengintruksikan kepada suluruh Kepala Sekolah (Kepsek) SMA/SMK/MAN, SMP/MTs, SD/MI Sederajat negeri dan swasta untuk melakukan belajar tambahan di sekolah. Termasuk Remedial kicing dan pengayaan pelajaran dari setiap pelajaran yang diajarakan oleh para guru.

“Tujuannya agar para siswa selalu memperluas wawasan dengan mengulang atau mempelajari kembali setiap pelajaran yang diajarkan mulai dari kelas I sampai kelas III. Sehingga dengan mengulangnya, kembali mengingatkan siswa pelajaran yang pernah diajarkan, jika belum paham bisa diterangkan kembali oleh guru bersangkutan, terutama yang mengajar tiga mata pelajaran yang di UN-kan (Matematika, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris ,” papar Nur Amin.

Untuk lebih mematangkan persiapan siswa menyongsong UN yang tinggal 50 hari lagi, lanjut Nur Amin, serangkai try out sudah dipersiapkan mulai dari tingkat sekolah, kota dan propinsi. “Untuk tingkat sekolah kita menghimbau Kepseknya untuk lebih gentol mengontrol belajar siswa kelas III. Kita juga membolehkan mereka untuk berkerjasama dengan lembaga pendidikan dari luar sekolah seperti Ganesha, Gama, Nurul Fikri dan lain sebagainya untuk men-try out siswa. Disamping itu, jika ada sekolah yang ingin mendatangkan guru tamu dari luar seperti dari perguruan tinggi untuk belajar tambahan mata uji UN, kita juga memperbolehkan. Untungnya, jika sekolah aktif melakukan try out ialah siswa akan lebih paham dan mengerti tipe-tipe soal yang diprediksikan akan muncul pada UN nanti,” tuturnya.

Sedangkan untuk persiapan pra-UN tingkat propinsi yang akan berlangsung besok, 4 Maret 2007, Nur Amin menjelaskan pelaksanaannya sama dengan pelaksanaan UN yang sebenarnya. Soal untuk pra-UN ini dibuat oleh Dinas Pendidikan propinsi Sumbar. Teknis pelaksanaannya tetap seperti ujian sebelumnya, bentuk soal objektif dengan jumlah soal bervariasi setiap mata uji dan dibagi dua kelompok A dan B.

“Dari hasil pra-UN ini kita baru bisa memasang target kelulusan untuk tahun ini. Saya, berharap hasil UN tahun ini akan lebih baik dari pada tahun lalu, kalau bisa meningkat,” optimisnya mengakhiri.

Orang Tua Diminta Aktif

Selain meminta perhatian lebih kepada sekolah terhadap siswa yang ikut UN, Nur Amin juga meminta peran aktif para orang tua siswa yang anaknya duduk di bangku kelas III. “Kalau hanya sekolah yang berkerja keras sedangkan orang tua di rumah tidak, sama saja tidak ada gunanya,” ujarnya.

Malahan peran orang tua yang kita harapkan lebih, kata Nur Amin. Kenapa?, siswa di sekolah hanya beberapa jam, sedangkan di rumah waktunya cukup lama. Untuk itu kontrol terhadap anak lebih ditingkatkan.

“Jangan, biarkan lagi anak-anak kita keluyuran malam hari, jangan sampai ada lagi anak-anak kita yang begadang, paling tidak menjelangan UN April nanti. Suruh ia untuk belajar membahas soal-soal atau pelajaran yang diajarkan di sekolah pagi dan siangnya,” harap Nur Amin.

Peran Serta Guru Olahraga Diminta

Bagi sekolah terutama guru olahraga Nur Amin juga mengharapkan, agar pembelajaran olahraga tidak melakukan kegiatan yang berat-berat yang memungkinkan untuk mengeluarkan energi yang besar.

“Untuk pelajaran olahraga di lapangan, saya juga berharap kepada guru olahraga, agar anak-anak kita tidak diberikan olahraga yang berat-berat dulu, yang bisa membuat mereka kecapean, sehingga jika fisiknya kurang kuat bisa diserang penyakit, ” pesannya mengakhiri.(***)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s